Find Us On Social Media :

Manfaatkan Ketakziman Santri, Pimpinan Ponpres di Bandung Cabuli 20 Anak Didiknya Sejak 2016, Kini Kabur Entah ke Mana!

By Arif B, Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Ilustrasi pelecehan seksual

GridPop.ID - Seorang pemimpin pondok pesantren (ponpres) di Bandung dikabarkan melakukan pencabulan dan pelecehan seksual 20 santriwatinya.

Hal ini diketahui setelah salah satu dari korban memberanikan diri untuk melapor.

Melansir dari Tribunnews.com, modus yang dipakai pimpinan ponpres di Bandung itu untuk perdayai korban dengan cara manfaatkan ketakziman santri.

Hal ini diketahui dari penuturan kuasa hukum salah satu korban pencabulan, Deky Rosdiana.

"Kami akan melaporkan suatu kejadian pencabulan di Katapang dimana yang melakukan adalah oknum yang mengatasnamakan dirinya ustaz dengan modus operandi memanfaatkan ketakzimannya antara santri kepada seorang guru pemuka agama," terangnya.

Tindakan tidak terpuji yang dilakukan pemuka agama ini terjadi baik di dalam lingkungan pondok pesantren maupun luar pesantren.

"Dimana oknum ini menggunakan kesempatan untuk melakukan pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan di beberapa tempat baik di pesantren maupun di luar (pesantren)," tambahnya.

Meski begitu, baru satu korban yang berani melapor.

"Sampai saat ini yang berani melaporkan adalah satu orang. Saat ini yang kita tahu ada sekitar 20 korban yang mengaku (mendapatkan tindakan serupa) tapi belum berani melapor ke kepolisian," terang Deky Rosdiana lebih lanjut.

Baca Juga: Dengar Suara Cewek Cilik Meronta dari Balik Semak-semak, Pasutri Kaget Lihat Anaknya Bersama Bapak-bapak, Ini yang Mereka Lakukan!

Terhadap laporan tersebut, Polresta Bandung membenarkan adanya pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pesantren yang berada di kawasan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Menurut pengakuan para korban, ustaz tersebut telah melakukan perbuatan pelecehan seksual sejak 2016.