Manfaat pertama dari puasa yaitu menjaga berat badan diabetesi.
Kemudian, manfaat puasa kedua bagi pasien diabetes yaitu mengontrol kadar gula darah.
"Memang untuk pasien-pasien diabetes yang benar-benar berlebih itu dia ( puasa) ada manfaat untuk mengulur berat badannya karena makannya tidak sebanyak selain bulan Ramadhan," kata dokter Ardy, Selasa (21/3/2023).
"Kemudian, penelitian menunjukkan bahwa selama puasa itu (kadar) gulanya lebih stabil dibandingkan pada waktu tidak puasa," imbuhnya.
Dikutip dari RS Hermina, selain mengontrol berat badan dan gula darah, berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan lainnya yang bisa diperoleh penderita diabetes:
Menurunkan tekanan darah: saat ber puasa, tubuh akan mengurangi proses produksi hormon tertentu seperti hormon adrenalin yang menjadi penyebab naiknya kadar tekanan darah.
Menurunkan kadar kolesterol: puasa juga bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh atau menjaganya tetap stabil.
Meningkatkan sistem imun: ketika kita ber puasa, tubuh mendaur ulang sel-sel imun yang tidak perlukan lagi dalam tubuh. Kemudian, sistem kekebalan tubuh pun diperbarui kembali.
Menjaga kesehatan organ-organ tubuh: berhenti makan dalam waktu yang teratur memicu pembakaran cadangan lemak sebagai pengganti glikogen. Proses pembakaran lemak mampu mengistirahatkan kerja hati dan pankreas.
Puasa Ramadhan mungkin boleh dilakukan oleh penderita diabetes setelah berkonsultasi dengan dokter.
Sebab pasien juga perlu mengetahui risiko ber puasa apabila ingin tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Baca Juga: 3 Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan untuk Kesehatan Mental, Apa Saja?