Find Us On Social Media :

Demi Bisa Beli Ponsel Baru, Mahasiswi di Tempat Ini Rela Jual Sel Telurr Seharga Rp 200 Juta!

By None, Kamis, 25 Juni 2020 | 19:23 WIB

Ilustrasi mahasiswi.

GridPop.ID - Wanita dikatakan sempurna jika bisa memberikan keturunan.

Keturunan bisa didapatkan ketika seorang wanita memiliki sel telur yang bisa dibuahi.

Namun, beberapa orang ada yang sel telurnya tidak subur sehingga belum juga diberi keturunan.

Bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak, sel telur lah yang menjadi solusinya.

Baca Juga: Ri Sol Ju Berhasil Taklukan Hati Diktator Korea Utara, Sosok Wanita yang Diduga Selingkuhan Kim Jong Un ini Justru Jauh Lebih Berkuasa, Siapa Dia?

Dengan adanya donor sel telur, maka proses pembuahan bisa dilakukan.

Sebagai imbalannya nantinya pendonor akan diberi imbalan berupa uang.

Tetapi kejadian di negeri China ini agak unik, sel telur banyak dijual oleh mahasiswi dengan alasan mengagetkan.

Yaitu untuk membeli ponsel baru. Tentunya hal ini menjadi viral di negeri panda itu.

Baca Juga: Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, 8 Tahun Hidup Bersama, Karena Hal Ini Anang Hermansyah Blak-Blakan Ngaku Bosan dengan Ashanty: Gila!

Lebih menarik perhatian lagi, rata-rata yang menjual sel telur itu adalah mahasiswi universitas ternama.

Seperti dilansir China South Morning Post, sel telur mereka laku dijual dengan harga 100.000 yuan atau sekitar Rp200 juta.

Padahal hukum di China melarang perdagangan sel telur manusia.

Permintaan terbesar dari sel telur manusia itu berasal dari pasangan yang tidak bisa memiliki anak.

Baca Juga: Kabar Gembira kembali Berhembus di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Perpanjang LIstrik Gratis hingga September 2020!

Beberapa pasangan ingin punya anak kedua, tetapi istri biasanya terlalu tua untuk memiliki anak secara alami.

Kriteria yang diminta pasar adalah sel telur mahasiswi dengan performa nilai yang baik, tinggi badan, dan wajah.

Dalam satu kasus, harganya minimum 10.000 yuan atau sekitar Rp20 juta.

Banyak dari perempuan muda itu menerima kesepakatan penjualan dengan nilai tersebut agar bisa membeli ponsel baru.

Baca Juga: Sudah Lengket Bak Perangko hingga Sesumbar Mau Nikah, Atta Halilintar Justru Tiba-Tiba Ucap Perpisahan pada Aurel Hermansyah: Aku Enggak Kuat!

Investigasi menemukan, transaksi dilakukan melalui seorang agen. Sebelumnya, pasangan suami istri dan mahasiswi telah bertemu langsung.

Kedai kopi menjadi tempat favorit pertemuan mereka.

Sementara rumah sakit diduga membantu menyuntikkan hormon kepada donor itu selama 10 hari untuk menstimulasi produksi telur lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: Terlilit Kasus Senilai Miliaran Rupiah hingga Dituding sebagai Plagiat, Ruben Onsu Akhirnya Terang-terangan Buka Suara Soal Polemik Kisruh Geprek Bensu yang Kian Memanas

Laporan penyelidikan menyebutkan prosedur tersebut menimbulkan risiko,

Seperti masalah pernapasan, kembung, dan penggumpalan pembuluh darah.

Sejauh ini belum ada laporan penangkapan terkait kasus itu.

Baca Juga: Kantongi Rp 13 Miliar Tiap Bulan, Ternyata Hal Ini yang Jadi Senjata Rahasia Baim Wong Raup Keuntungan Melimpah Jadi Youtuber

Namun, pada 2016 dua agen dipenjara karena mengumpulkan sel telur dari seorang perempuan di Guangzhou.

Ovarium perempuan tersebut harus diangkat karena masalah komplikasi medis.

Sementara dua agen itu dipenjara selama 1 tahun 10 bulan karena mempraktikkan pengobatan tanpa lisensi.

Baca Juga: Angga Wijaya Bentak Dewi Perssik Sampai Nangis, Ramalan Sosok Ini Jadi Biang Keroknya Gegara Singgung Hubungan Sang Biduan dengan Saipul Jamil, Ada Apa?

Pembelian dan penjualan sel telur sangat dilarang di China. Sel telur hanya dapat disumbangkan sebagai tindakan amal.

Namun, tingginya permintaan setelah dicabutnya kebijakan satu anak memicu perdagangan ilegal sel telur.

Baca Juga: Main ke Hunian Mewah Rp 25 Miliar Milik Luna Maya, Boy William Justru Dibuat Syok hingga Berteriak Saat Pergoki Mantan Ariel NOAH Miliki Benda Tak Biasa Ini di Dalam Kamar Tidurnya!

GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul: Sel telur Dihargai Rp200 Juta, Sejumlah Mahasiswi China Menjualnya Agar Bisa Beli Ponsel Baru