Find Us On Social Media :

Gelombang Aksi Penolakan Omnibus Law Meledak di Berbagai Kota, Begini Cara Ganjar Pranowo Hingga Ridwan kamil Tenangkan Demonstran, Khofifah Jadi Sorotan karena Hal Ini

By Arif B,None, Sabtu, 10 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Ratusan mahasiswa yang ada di Provinsi Bangka Belitung juga melakukan aksi damai menolak Undang - Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja, di Alun Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang. Kamis (8/10/2020).

GridPop.ID - Disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Senin (05/10/2020) mendapatkan penolakan berbagai pihak.

Bahkan selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (6-8/10/2020) beberapa elemen mahasiswa dan buruh melakukan aksi demo.

Misalnya saja di Jakarta, juga di Bandung, Bekasi, Yogyakarta, Padang, Malang, Medan, hingga Semarang, Sulawesi, dan di Kalimantan.

Baca Juga: Tak Langsung Berikan Restu, Rizky Febian Ajukan Syarat Mengejutkan Ini Kepada Calon Ibu Sambungnya, Nathalie Holscher: Aku di Prank ya

Banyak dari aksi yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa tersebut berakhir dengan ricuh.

Ada yang membakar ban, merusak mobil polisi, hingga merobohkan gerbang kantor pemerintahan.

Nah, bagaimana sikap para kepala daerah menghadapi aksi demo ini? Berikut rangkumannya.

Baca Juga: Ikut Berbondong Masuk Barisan Para Demonstran Penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Sambil Bawa Senjara Tajam, Pria Ini Jutru Hendak Bubarkan Unjuk Rasa, Alasannya Sungguh Menyentuh Hati

Ganjar Datangi Demonstran di Kantor Polisi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi demonstran yang diamankan di Mapolrestabes Semarang karena diduga merusuh saat berlangsung unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Ganjar tiba di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/10/2020) malam, dengan mengenakan jaket, topi, dan masker.

Saat ditanya Ganjar, buruh yang diamankan mengaku ikut unjuk rasa karena takut tidak diberi pesangon ketika di-PHK.

Baca Juga: Terang-terangan Bandingkan Wanita Cantik yang Pernah Isi Hatinya Sebelum Nikahi Ashanty, Anang Hermansyah: Syahrini Lebih Muda, KD Lebih Keras Itu Terbukti

Ditemui sebelum meninggalkan Mapolrestabes Semarang, Ganjar mengatakan demonstrasi yang berakhir rusuh itu sebenarnya bisa dihindari jika kedua belah pihak mau mengedepankan komunikasi.

Dia juga prihatin karena ada siswa SMA dan SMK yang turut terlibat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

"Ini anak-anak kita lebih baik kan diedukasi secara benar karena SMA/SMK ini kan tanggung jawab saya, tanggung jawab provinsi sehingga kalau anak-anak itu sebenarnya kita bisa memberikan fasilitas," ujar Ganjar.

Baca Juga: Jatuh Hati Pada Pria yang Dipercaya Bakal Rubah Hidupnya, Wanita Ini Justru Dijambak dan Dilempar sang Suami ke Jurang Saat Resepsi, Ternyata Ini Penyebabnya

Ganjar juga menghampiri kelompok buruh dan mengobrol cukup lama.

Mereka mengaku ikut demo karena takut tidak diberi pesangon ketika di-PHK. Namun para buruh mengaku belum membaca naskah UU Omnibus Law Cipta Kerja secara utuh.

"Ya saya hanya baca dari share- share-an teman," ucap seorang buruh.

Surat dari Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengirimkan surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR.

Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari aspirasi buruh yang berdemo di tengah hujan di halaman Gedung Sate, Kamis (8/10/2020).

Surat itu dikirimkan untuk mewakili suara para buruh setelah sebelumnya sempat beraudiensi dengan perwakilan buruh di Gedung Sate.

Baca Juga: Kini Sukses Bertengger Jadi Anggota Dewan dengan Gaji Capai Rp 66 Juta, Siapa Sangka Mulan Jameela Pernah Jualan Ini Demi Menyambung Hidup di Masa Lalu

"Rekomendasi dari perwakilan buruh agar pemerintah provinsi mengirimkan surat kepada DPR dan Presiden," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Dalam surat tersebut, Emil mengungkapkan penolakan para buruh terhadap omnibus law UU Cipta Kerja.

"Isinya menyampaikan aspirasi dari buruh untuk menolak UU Omnibus Law," kata Emil.

 Baca Juga: Geger Penolakan UU Cipta Kerja Berdengung Sampai ke Luar Negari Hingga Disorot Media Asing, Terungkap Begini Reaksinya yang Tak Disangka-sangka

Surat itu juga berisi permintaan kepada Presiden untuk menerbitkan perppu.

"Kedua, meminta Presiden untuk minimal menerbitkan perppu karena proses UU ini masih ada 30 hari untuk direvisi oleh tanda tangan Presiden," kata dia.

Khofifah Indar Parawansa Tak Temui Pendemo

Ribuan buruh bersama mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (8/10/2020).

Massa membubarkan diri setelah adanya pernyataan sikap dari Sekdaprov Jatim, Heru Tjahyono mewakili Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

"Kami atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur mewakili masyarakat dan buruh Jawa Timur menyangkut UU Omnibus Law yang sudah disahkan tanggal 5 Oktober 2020. Dengan ini kami akan meneruskan aspirasi para Buruh ke pemerintah pusat. Segera, suratnya kami bikin dan akan kami kirim ke pemerintah pusat," kata Heru di hadapan massa.

Baca Juga: Geger Penolakan UU Cipta Kerja Berdengung Sampai ke Luar Negari Hingga Disorot Media Asing, Terungkap Begini Reaksinya yang Tak Disangka-sangka

Pernyataan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Heru Tjahjono tak memuaskan massa aksi. Ditambah, Khofifah yang tak dapat menemui massa.

Mereka pun melemparkan botol air mineral seusai pernyataan Sekdaprov mengatakan bahwa Gubernur tidak ada di tempat.

Beruntung, Heru masih bisa dievakuasi ke dalam gedung.

Baca Juga: Ditentang Mati-matian oleh Seluruh Rakyat Indonesia, Omnibus Law Ternyata Sudah Sejak Lama Diterapkan di Luar Negeri, Lalu Bagaimana Efektivitanya dan Keberhasilannya?

Situasi Gedung di Jalan Pahlawan Surabaya ini pun sempat memanas dengan banyaknya lemparan botol.

Namun, hal ini tak berlangsung lama setelah masing-masing koordinator aksi meminta massa menahan diri.

Aparat kepolisian pun meningkatkan kesiagaan. Tak berlangsung lama, massa pun bubar dengan kondusif.

GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul, Temui Demonstran UU Cipta Kerja, Ganjar ke Kantor Polisi, Ridwan Kamil Kirim Surat, Kemana Khofifah?